Flickr Photos

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Mei 2013

Sejarah Internet

Sejarah Internet

Sejarah intenet dimulai pada

1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S.
Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk
mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer
sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama
ARPANET.

Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu
sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Virus Untuk Optimalkan Sel Surya


Virus Untuk Optimalkan Sel Surya

Peneliti asal Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi proses konversi sinar matahari menjadi energi secara signifikan.

Caranya, mereka menggunakan virus untuk melakukan proses perakitan di tingkat mikroskopik. Adapun “pekerjaan” yang dilakukan virus itu antara lain adalah berinteraksi dengan karbon nanotube.

Tabung nano karbon, seperti diketahui sebalumnya, menawarkan potensi perbaikan teknologi, khususnya di bidang penyimpanan energi seperti sel bahan bakar dan thermocell.

Pada kasus panel surya, MIT menyebutkan, rongga silinder berukuran mikroskopik yang terdiri dari karbon murni ternyata apat meningkatkan efisiensi dari pengumpulan elektron dari permukaan sel surya. Namun demikian, peneliti menghadapi sejumlah tantangan saat berurusan dengan nanotube.

Masalah pertama, pembuatan nanotube karbon umumnya menghasilkan dua jenis nanotube. Sebagian bersifat seperti semikonduktor yang kadang memungkinkan listrik mengalir, dan kadang tidak. Ini merupakan tipe yang menguntungkan karena bisa meningkatkan performa sel surya.

Jenis kedua yang dihasilkan memiliki bersifat seperti logam yang berfungsi seperti kabel. Selalu memungkinkan listrik mengalir. Ini justru mengurangi performa produk panel surya yang dihasilkan.

Masalah kedua, nanotube juga cenderung mengumpul. Ini juga menurunkan tingkat efektivitasnya. Di sinilah virus berguna.

Peneliti MIT mendapati bahwa sebuah versi virus yang sudah dimodifikasi secara genetik, yang disebut M13 yang umumnya menginfeksi bakteria, bisa digunakan untuk mengontrol susunan nanotube pada permukaan, membuat tabung-tabung itu tetap terpisah sehingga tidak menimbulkan arus pendek serta menjaga tabung-tabung itu tetap berjauhan agar tidak saling menempel.

Menurut Angela Belcher, Professor of Energy dari MIT yang mengetuai penelitian, proses ini hanya menambahkan satu langkah sederhana pada proses pembuatan sel surya. “Proses ini juga tidak sulit untuk diadaptasi oleh fasilitas produksi yang ada saat ini,” ucap Belcher, seperti dikutip dari Earth Techling.

Belcher menyebutkan, sistem yang ditelitinya diuji dan menggunakan sel surya dari jenis yang disebut dengan sel surya peka warna (dye-sensitized). Namun, timnya yakin bahwa teknik ini juga bisa diaplikasikan pada sel surya tipe lain.

Dalam uji coba, mereka berhasil meningkatkan efisiensi konversi energi dari 8 persen menjadi 10,6 persen. Artinya, menggunakan teknik ini, peningkatan sekitar 32 persen atau nyaris satu per tiga kali lipat berhasil diraih.

Anda mungkin juga meminati:

Pesawat Luar Angkasa Skylon

Pesawat Luar Angkasa Skylon

 
Setelah 30 tahun masa pengembangan, akhirnya pesawat luar angkasa Skylon semakin dekat kepada peluncurannya. 
Skylon adalah pesawat luar angkasa tanpa pilot yang bisa meluncur ke orbit rendah bumi setelah lepas landas di landasan udara konvensional.
Pesawat ini bisa memuat barang, digunakan berulang-ulang, dan tidak membutuhkan instalasi peluncuran, roket pengangkut, dan bahan bakar eksternal yang biasanya membutuhkan biaya yang mahal.
Ia menggunakan mesin hybrid SABRE yang memakai bahan bakar kombinasi hidrogen cair dengan oksigen dari atmosfer, pada ketinggian hingga 26 kilometer dari permukaan bumi, dengan kecepatan hingga Mach 5. 

Teleskop Deteksi Ledakan Sinar Gamma di Luar Angkasa

Teleskop Deteksi Ledakan Sinar Gamma di Luar Angkasa

detail berita  
Ledakan sinar gamma merupakan fenomena hancurnya bintang yang sangat masif di luar angkasa. Melalui bidikan Fermi Gamma Ray Telescope, ilmuwan menangkap ledakan sinar gamma pada 27 April 2013. Ledakan ini otomatis terdeteksi oleh sistem teleskop dan menangkap cahaya yang sangat terang.

Dilansir Arstechnica, Senin (6/5/2013), ledakan tersebut muncul dalam konstelasi atau rasi bintnag Leo. Pengamatan oleh Fermi Gamma Ray Telescope serta observatorium Swift X-ray mengungkap jarak ledakan atau gamma-ray burst (GRB) ini sekira 3,6 miliar tahun cahaya. 

10 Ilmuwan Paling Berpengaruh Di Dunia

10 Ilmuwan Paling Berpengaruh Di Dunia



1. Leonardo da Vinci (1452 - 1519)

 
 Leonardo di ser Piero da Vinci adalah seorang pelukis, pematung, arsitek , musisi, ilmuwan, matematikawan, insinyur, penemu, ahli anatomi, ahli geologi, pembuat peta, ahli botani, dan penulis. Ilmuwan yang berasal dari Italia ini sering digambarkan sebagai pola dasar dari Renaissance (Zaman Pencerahan). Dia bahkan dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar sepanjang masa.
2. Galileo Galilei (1564 - 1642)

 
 Galileo Galilei adalah seorang fisikawan, matematikawan, astronom, dan filsuf, yang memainkan peran utama dalam revolusi ilmiah. Ilmuwan berkebangsaan Italia ini sering disebut sebagai bapak astronomi modern, bapak fisikawan modern, bapak ilmu pengetahuan, dan bapak ilmu modern. Selain itu, Galileo juga bekerja dalam bidang ilmu terapan dan teknologi.
3. Isaac Newton (1643 - 1727)

 
Sir Isaac Newton adalah seorang fisikawan, matematikawan, astronom, filsuf alam, alkemis dan teolog, yang dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Monografinya yang berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica diterbitkan pada tahun 1687. Dia berhasil meletakkan dasar untuk sebagian besar mekanika klasik.

Para ilmuwan memberi sumbangsih besar terhadap perkembangan ilmu dan teknologi di dunia. Tanpa mereka, kita mungkin tidak tahu apa itu gravitasi. Dengan bantuan mereka, kita bisa membangun peradaban yang besar dan maju seperti sekarang.

4. Charles Darwin (1809 - 1882)

 
Charles Robert Darwin adalah seorang ilmuwan dalam bidang pengetahuan alam, yang berasal dari Inggris. Dia menetapkan sebuah teori yang menunjukkan bahwa semua spesies yang hidup dari waktu ke waktu berasal dari nenek moyang yang sama. Evolusi dihasilkan dari suatu proses yang dia sebut sebagai seleksi alam. Darwin menerbitkan sebuah teori evolusi dalam buku yang berjudul On the Origin of Species pada tahun 1859.
5. Nikola Tesla (1856 - 1943)

 
 Nikola Tesla adalah seorang penemu, insinyur listrik, insinyur mekanik, fisikawan, yang terkenal karena kontribusinya pada desain modern sistem pasokan listrik. Tesla mulai bekerja di bidang telepon dan listrik sebelum berimigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1884. Ketika itu, dia masih bekerja untuk Thomas Edison, sebelum membangun laboratorium sendiri.

6. Max Planck (1858 - 1947)

 
 Max Karl Ernst Ludwig Planck merupakan seorang fisikawan teoritis dari Jerman, yang berhasil memenangkan penghargaan nobel dalam fisika pada tahun 1918. Max memberi banyak kontribusi untuk teori fisika, namun popularitasnya sangat didongkrak oleh sosoknya sebagai pencetus teori kuantum. Teori kuantum merevolusi pemahaman manusia tentang proses atom dan subatomik, seperti teori Albert Einstein tentang relativitas yang merevolusi pemahaman ruang dan waktu.

7. Marie Curie (1867 - 1934 )

 
 Seorang fisikawan yang memiliki nama lengkap Marie Sklodowska-Curie ini menjadi wanita pertama yang memenangkan hadiah nobel. Ia tidak hanya memenangkan satu kategori, melainkan dua sekaligus. Prestasi Marie yang sangat gemilang membuatnya menjadi profesor wanita pertama di Universitas Paris (La Sorbonne). Pada tahun 1891, ketika ia baru berusia 24 tahun, Marie mengikuti kakak laki-lakinya, Bronislawa, untuk belajar di Paris. Marie Curie dikenal dengan teori radioaktivitas, teknik untuk mengisolasi isotop radioaktif, dan penemuan dua elemen (polonium dan radium).

8. Albert Einstein (1879 - 1955)

 
 Albert Einstein adalah seorang fisikawan Jerman, yang berhasil mengembangkan teori relativitas umum. Einstein juga sering dianggap sebagai bapak fisika modern, yang paling berpengaruh di abad ke-20. Rumus E = mc2 merupakan penemuan besar yang telah membuatnya dikenang sepanjang masa. Dia pun menerima penghargaan nobel dalam fisika pada tahun 1921.

9. Niels Bohr (1885 - 1962)

 
 Niels Henrik David Bohr adalah seorang fisikawan Denmark yang memberi kontribusi besar untuk memahami struktur atom dan mekanika kuantum. Hasil temuannya membuat Niels menerima penghargaan nobel dalam bidang fisika pada tahun 1922. Kemudian Niels menikahi Margrethe Norlund pada tahun 1912. Salah satu dari anaknya, Aage Bohr, juga menjadi fisikawan dan berhasil menerima hadiah nobel pada tahun 1975.

10. Alan Turing (1912 - 1954)

 
 Alan Mathison Turing adalah seorang ahli matematika, logika, cryptanalyst, dan ilmuwan komputer, yang berasal dari Inggris. Dia memiliki pengaruh besar dalam perkembangan ilmu komputer. Turing bahkan dianggap sebagai bapak ilmu komputer dan kecerdasan buatan. Pada tahun 1952, Turing dipidanakan karena tindakan homoseksual yang dia lakukan. Kala itu, kasus homoseksual masih dianggap ilegal di Inggris. Kemudian dua minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-42, Turing ditemukan meninggal karena bunuh diri dengan menelan racun sianida.

Teori Relativitas Einstein yang Dibuktikan NASA

 
Alat pengukur gravitasi milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil membuktikan dua asumsi kunci yang dicetuskan Albert Einstein dalam teori relativitas. Teori ini dicetuskan oleh Einstein pada 52 tahun yang lalu.
Misi The Gravity Probe-B (GP-B) diluncurkan pada tahun 2004 untuk mempelajari dua asumsi Einstein. Pertama, mengenai efek geodesi, atau adanya lengkungan ruang dan waktu di sekitar gravitasi. Kedua, asumsi mengenai frame-dragging, yang menjelaskan jumlah struktur ruang-waktu yang terpilin akibat rotasi suatu massa.    
Bayangkan bumi seakan-akan terbenam di benda seperti madu, ketika bumi berotasi, madu di sekitarnya akan membentuk pusaran yang mengikuti (swirl), begitu pula dengan ruang dan waktu. Demikian menurut analogi Francis Everitt, peneliti Stanford University yang juga peneliti utama GP-B.
Gravity Probe-B menggunakan empat gyroscope (pengukur orientasi) dengan tingkat ketepatan ultra tinggi untuk mengukur dua hipotesa gravitasi ini. Alat ini kemudian mengkonfirmasi kedua efek gravitasi dengan mengarahkan alat ini ke bintang yang disebut IM Pegasi, untuk menciptakan presisi yang netral.
Jika gravitasi tidak berdampak terhadap ruang dan waktu, maka gyroscope GP-B akan menunjuk ke arah yang sama saat probe itu berada di kutub orbit sekitar bumi. Bagaimana pun, gyroscopes memiliki perubahan kecil tapi terukur terhadap arah putaran daya tarik bumi.
"Hasil misi ini akan memiliki dampak jangka panjang terhadap teori yang dimiliki ahli fisika," kata Bill Danchi, ahli antrofisika dan pengamat di Markas Nasa di Washington.
"Setiap teori yang meragukan teori Einstein dalam hal relativitas umum akan mencoba untuk mencari hasil pengukuran yang tepat dari yang telah dilakukan GP-B," lanjut Danchi.
Hasil ini menjadi proyek terpanjang yang dilakukan NASA, yang telah terlibat dalam penelitian gyroscope untuk relativitas sejak 1963.   
Penelitian dan percobaan yang dilakukan selama berpuluh tahun ini telah merintis teknologi untuk mengendalikan gangguan yang bisa mempengaruhi pesawat ulang-alik, seperti daya tarik aerodinamis, medan magnet, dan variasi hawa panas. Lebih jauh, misi pelacak bintang dan gyroscope NASA merupakan alat dengan presisi tertinggi yang pernah didesain dan diproduksi.  

Jepang Berencana Membangun Elevator Dari Bumi ke Ruang Angkasa


Jepang Berencana Membangun Elevator Dari Bumi ke Ruang Angkasa


Dapatkah Anda membayangkan jika Anda melangkah ke dalam lift, lalu menekan tombol "Space" dan beberapa waktu kemudian, Anda telah mengambang di luar angkasa! Terdengar keren atau apakah justru mengerikan? Ini mungkin terdengar gila tapi sekarang, salah satu perusahaan Jepang telah siap untuk mempertaruhkan uangnya pada gagasan ini. Kemampuan menyediakan lift langsung ke ruang angkasa akan membuka jalan baru bagi para ilmuwan, penelitian proyek NASA atau bahkan hiburan untuk umum.

Sebuah perusahaan Jepang bernama Obayashi Corp, kini tengah bersiap untuk membangun lift ke luar angkasa dan akan selesai pada tahun 2050. Obayashi berpikir bahwa NASA tidak bergerak cukup cepat sehingga mereka berencana untuk mengambil tanggung jawab dari melakukan hal besar berikutnya dalam penelitian ruang angkasa. Namun, saat ini kelayakan rencana dan kemampuan teknologi perusahaan masih belum diungkapkan. Panjang total lift akan mencapai 22000 mil dan akan menghubungkan bumi ke stasiun ruang angkasa. Stasiun bumi dan stasiun ruang angkasa akan terhubung bersama-sama melalui kabel. Stasiun luar angkasa juga akan bertindak seperti sebuah penyeimbang orbital untuk memegang kabel.